Blog Aug 30, 2020

Iman = Penenang Terbaik Overthinking (Part-2)

Rants
MA
Muhammad Alif Akbar Senior Software Engineer
schedule 5 min
Iman = Penenang Terbaik Overthinking (Part-2)

Hubungannya dengan Iman?

Sebelum lebih jauh pastikan udah baca part-1 ya..

Kehidupan ku terus berjalan, semua semakin baik, IQ mantep dari sononya, EQ much better, tapi satu lagi aku miss SQ, Kecerdasaan spiritual. Yang sangat memalukan mengingat aku dari keluarga muslim dan my big family are a devout muslims. Hal ini aku sangat notice 1 tahun belakangan ini. Ketika ada teman yang berkata. “Lif, kamu kurang iman, masalah mu adalah karena kamu tidak melibatkan Allah dalam keputusan mu”. Jederr, itu kayak ada petir tiba tiba nyambar my big pride as a boy (pengen mention temen satu ini tapi dia ga ada tumblr, so inisial aja lah ya.. awalnya u akhirnya a).

So, as someone who loves critiques, I explore that area. Aku senang, sangat senang tau aku punya area baru untuk aku improves. Aku sebelumnya ga pernah merasa iman ku kurang. Toh aku solat, ngaji, puasa, zakat, minus haji (disclaimer, bukan berarti ahli ibadah juga ya. Yaaa let’s say berusaha mengerjakan yang wajib wajib). Tapi aku baru ingat lagi itu rukun islam. Bukan rukun iman. Jadi mulai lah aku mencoba mencari tambahan ilmu terkait hal ini, ditambah emang lagi mau nambah ilmu buat siap siap melengkapi agama #IYKWIM.

“Emang segitu ga punya ilmu agamanya?”

Well ga juga sih, walaupun bukan penghapal quran (pengen cuma masih sulit) tapi yaa cukup lah untuk bisa ganti ganti surat dalam semua rakaat solat wajib. Cukup lahh lolos uji mengaji ama bapak mu #eh #kodeinimah #udahsamaakuaja. Selain itu, ada satu hal yang aku pegang teguh dari dulu ialah konsep ikhtiar lalu tawakkal. Hal ini yang membuat aku mencoba terus menerus apapun yang aku inginkan, ga sedikit teman yang mengapresiasi mengatakan kagum melihat aku pantang menyerah. Suatu pujian yang semakin menaikkan ego ku. Sejauh ini bagus terlihatnya? Tapi itu baru setengah konsep, itu baru ikhtiar. Konsep berikutnya ialah tawakkal, berserah diri.

Somehow hal ini adalah sesuatu yang aku berat banget untuk aku lakukan. Ini adalah konsep yang membuatku sedikit setuju kepada ocehan Karl Marx (bapaknya komunisme). Dimana populer dimaknai (bukan direct translate) berkata bahwa agama adalah candu dan penyebab orang menjadi lemah.

Religion
oppressed creature

is the opium of the people

Karena konsep tawakkal ini, membuat ku berpikir orang akan menyalahkan keadaan. Ketika gagal bukannya retro malah bilang oh emang ga ditakdirkan. Ketika berhasil udah weh. Aku berpikir pemikiran ini justru menghina tuhan, seharusnya kita berpikir ketika gagal ini adalah salahku kurang berusaha dan ketika berhasil ini karena aku di bantu tuhan.

Tapi......

Pola pikir ku ini adalah masalah, penyebab overthinking, penyebab aku ga bisa menerima kegagalan dan memaksakan kehendak hingga menyakiti orang yang aku sangat peduli (udahh ga usah mikir cewe mulu, bisa kan ibu, bapak, adik.. walaupun emang termasuk sih hahaha).

“Seperti nya fine aja ga sih?”

Permasalahan terus muncul, semakin sulit dan semakit tidak bisa diselesaikan. Aku ingat pesan bapak ku,

“Lif, tidak semua masalah bisa diselesaikan, Tidak semua perlu diselesaikan, dan
Terkadang

Sebuah pesan yang buatku “Well, okeyyy not for me” tapi nyatanya banyak masalah yang akhirnya cikal bakal dari tumbuh suburnya overthinking (note: masih sampe sekarang cuma lebih terkendali). Dimana emang yang online-online itu akrab sama mereka yang punya masalah. Makanya semakin banyak orang pada akhirnya mendiagnosa dirinya depresi lah, dual personality lah, mental disorder lah. Bukan mau menyepelekan atau menganggap enteng kesehatan mental, tapi sadar ga, "ga semua yang di share online itu bener"?. Kalaupun bener, jika salah ambil konteks yaa balik lagi, jadi bias.

Tambahan masalahnya ialah, “history repeat itself”, Sejarah berulang, begitu pula masalah. Begitu pula kegagalan dan keberhasilan. Semakin banyak ga selesai semakin pusing kedepannya.

“I see masalahnya, terus gmn dong?”

Nah.. disinlah aku harus berterima kasih sama @creativemuslim setelah sering berbincang bicang. Ada satu quote dia yang aku kepikiran beud.

“Beruntung banget orang yang punya iman, semuanya ngelibatin Allah. Hidupnya serasa ga ada beban. Bahkan mau beli garam aja harusnya minta ke Allah”

Aku bener bener ga ngerti, sampai sedikit demi sedikit dicoba. Mulai dari yang paling aku pusingin, tentang Jodoh. Hehe skip lah ya detailnya. Intinya sekarang memilih jodoh harus melibatkan allah, sebisa mungkin mengikuti aturan yang ada (well, ga bisa juga aku bilang tiba2 hijrah terus full taaruf. Nope, still berpikir taaruf is not for me). Tapi mulai dari nanya saran ke ortu sejak awal. Tanya pemikiran penting yang esensial kepada calon. Berdiskusi tentang visi dan misi (ga usah tanya khalwat atau ga ya, udah dibilang belum alim aku tuh 🙃 cuma mencoba sedikit memperbaiki tahapannya).

Believe it or not, rasanya semuanya jadi enteng. Dulu yang yakin sama seseorang butuhnya lamaaaa...... sekarang em, lets say lebih cepat. Diterima atau ditolak ya sama aja. Percaya aja weh, udah ada disiapin yang terbaik. Mau dia ataupun lainnya #kalaubisasihdiaaja #requestinimahyaallah (berdoa boleh loh sambil bercanda, sok gera denger ceramah ust hanan).

My point is, untuk banyak masalah sekarang instead of dibawa tidur yang dicoba ialah bawa solat or ngaji or denger ceramah (kalau iman hari itu kuat ya). Dan setiap kali abis overthinking, abis marah, abis kecewa sama diri sendiri, kecewa sama orang lain rasanya lebih cepat bisa nerima. Karena toh dari awalnya emang niatnya mau yang baik. Kalau tidak dikabulkan berarti ya tidak baik. Misal, duh kenapa bug ini ga beres2 dah udah N hari. Performa gua turunn nehhh, ga dapat bonus x2 ntarr 😤. Sekarang karena berpikir bekerja itu untuk kebaikan dan bisa jadi ibadah (ga tiap hari juga ya, ini daku disclaimer mulu neh.. ntar pada ngira daku 180o berubah padahal mah angin anginan, masih suka hal2 duniawi) menjadi hoo ini ga beres mungkin ada solusi lebih baik, mungkin ini harusnya bagian si A biar si A bisa show skill dia dan dia dapat x2.

Penutup Dari Tulisan Tanpa Konsep Hari Ini

Intinya mah sekarang lagi open for opportunities, cek alifakbar.com #eh #sekalianiklan wkwk.

Serius, Intinya mah sekarang bener bener usaha sebisa mungkin, gagal, usaha, gagal, usaha. Overthinking wajar, kecewa wajar, tapi jangan tergila gila jangan maksa. Karena semua udah ada yang atur. Percaya, Tingkatkan Iman. Bismillah.

Hatur Thank Youu~~~