Blog Jun 16, 2020

Flutter x VS Code Server = "Mobile" Developer (PART-1)

Tech Flutter
MA
Muhammad Alif Akbar Senior Software Engineer
schedule 3 min
Flutter x VS Code Server = "Mobile" Developer (PART-1)

Cerita dulu dikit, Santai.. Jangan buru buru, awas nabrak..

Sebagai seorang developer, ada satu benda yang hampir selalu dibawa setiap kali berpergian. Ya benar sekali, laptop.. Sering kali dibawa meskipun tidak jarang berakhir tidak dibuka. Ingin rasanya ditinggal aja dirumah tapi.. takut klo ada ide ngoding malah jadi ga bisa kerja. Lumayan sering liat developer web laptopnya ringan, kecil, murah #eh jadi bikin iri 🤣. Sebenarnya bisa saja kita (mobile developer) beli laptop yg sama, dengan asumsi kita tidak ngoding app untuk ios / iPad (karena harus pakai mac dan mac = MUAHALL). Tapi, minimum requirement dari Android Studio sudah cukup bikin ngelus dada 🥺. Alhasil kita stuck di laptop besar atau berat atau mahal 😔.

Waktu berjalan, jaman berubah, mindset orang orang mulai berganti menjadi "mobile first". Teknologi pun mengikuti, muncul banyak sekali framework, tools dan lain sebagainnya untuk mempermudah membangun aplikasi atau terlihat seperti aplikasi "mobile". Salah satu yang ikut memeriahkan perkembangan teknologi ini ialah Flutter. Dari penjelasan di website resminya

"Flutter is Google’s UI toolkit for building beautiful, natively compiled applications for mobile, web, and desktop from a single codebase"

terlihat jelas flutter menarget hampir semua platform dan "truly" single code base. Selain itu di tahun 2018, apple meluncurkan iPad pro untuk pertama kali dengan spesifikasi "dewa" yang memulai promise mobile computing dengan tenaga besar. Hingga tahun ini, 2020, muncul tag line "Your new computer is not a computer".

React dan Flutter ❤️

Sebenarnya kemunculan React Native merupakan pemecah status quo dari single platform code base. Tapi react native dibangun menggunakan konsep dari dunia Web dan pendekatan web lainnya. Sebut saja salah pondasi dari react "Virtual DOM", mobile developer akan bertanya what is "DOM"? 😂. Bukan berarti pendekatan flutter sangat mirip dengan app native, malah flutter banyak terinspirasi dari react. Tapi, Flutter membawanya dengan lebih mudah dengan standard widget yang sangat lengkap dan terdokumentasi sangat rapih. Ingin tau lebih lengkap perbandingannya? Coba klik www.google.com terus ketik "perbedaan react dan flutter". OK? 😜

VS Code

Sejatinya pekerjaan seorang developer ialah "menulis kode". Kebutuhan untuk sebuah text editor yang mumpuni sangat besar. Terlebih karena penggunaan full feature IDE sangat-sangat-lah berat (yes, i mean you, Android Studio). Oleh karena itu kemunculan VS Code begitu dinantikan. Well.., iya benar, dinantikan oleh kami non VIM user. Kalian pengguna Vim mungkin perlu lebih banyak melihat hal selain layar laptop 🥴. Kalau mau tau apa saja fitur nya sama seperti sebelumnya, ke google saja lah tolong. Blog post kali ini pengen membahas kombinasi flutter dan VS code. Hmm, hal yang sudah sangat umum? Iya benar, tapi kali ini kita akan setup VS code di server. VS Code mu bisa dibuka di browser, magic is in the air beibehh~~

Tablet + Pen + Keyboard + Affordable = Galaxy Tab S6 Lite

iPad memang merupakan tablet dengan performa dewa, tapi quality comes with a price. Sehingga banyak yang akan berkata duh, harga segitu mah udah dapat kali middle-end laptop. Statement ini sangat valid, sehingga untuk membeli sebuah iPad menjadi dilema tersendiri. Peluang pasar inilah yang mungkin dilihat oleh Samsung. Dengan memotong beberapa fitur dari flagship tablet mereka (Galaxy Tab S6), mereka berhasil memngeluarkan produk S6 lite. Spesifikasi cek saja sendiri ya di google. S6 lite ini hadir dengan harga yang sama dengan iPad 2019 namun sudah dapat stylus dan keyboard (maka nikmat tuhan mana lagi yang kau dustakan 😭), walaupun benar tidak se ngebut iPad 😟. Kalau ada duit sih mending ambil iPad deh beneran haha.

Tutorial Setup VS Code Server

.

.

.

.

.

Iyaa, sabar, di post berikutnya yah.. biar ga kepanjangan wkwk.