Blog β€’ Jun 7, 2020

Mengapa tidak di medium.com

Rants
MA
Muhammad Alif Akbar Senior Software Engineer
schedule 3 min
Mengapa tidak di medium.com

1. Menulis blog merupakan sebuah kebiasaan baru yang mau saya latih

Seperti yang semua orang ketahui, menulis adalah sebuah kebiasaan bagus yang produktif. Kegiatan menulis yang paling mudah ialah menulis jurnal ataupun blog. Dengan menulis kita bisa berlatih menyusun kata ataupun cara menyampaikan ide.
Karena Seperti semua skill lainnya, semakin sering dilatih maka akan semakin bagus.

2. Medium terasa terlalu formal

Sebenarnya medium sama seperti blog lainnya sebut saja tumblr. Tapi entah kenapa medium memiliki vibe yang sangat serius. Saya sangat jarang mendapati tulisan di medium yang nyantai. Semua tulisan seperti memposisikan diri sebagai orang ketiga. Tidak jarang, terasa seperti monolog.

Hal itu tentunya bagus, untuk eksekutif yang memang ingin fokus mencari ilmu. Ingin sesimpel mungkin mendapat apa yang ingin dicari. Tanpa haha, hehe. Tapi, menjadi penulis seperti itu bukan hal yang saya inginkan. Saya lebih senang mengekspresikan banyak hal dalam tulisan saya. Sehingga media yang formal terasa kurang pas.

3. Tidak bisa belajar "membuat web" di Medium

Alasan yang sempat saya siratkan di postingan pertama ialah, saya ingin sekaligus belajar membuat web. Hal ini tidak mungkin dilakukan di medium, well.. karena medium bukan punya saya πŸ˜…. Saya tidak mungkin bisa mengubah kodingan nya kecuali saya "hekel" (sengaja ngeja alay).

Hal ini mungkin bisa terlihat dari, tidak adanya gambar dalam setiap post. Karena kebetulan memang saya belum melakukan konfigurasi web yang memungkinkan inline gambar di blog post πŸ˜‚.

4. Medium seperti sosial media

Saya telah menggunakan banyak sosial media mulai dari twitter, facebook, ask.fm, instagram, dll. Saya sudah jenuh mencari validasi orang lain, berupa like, love, maupun clap. Saya ingin mengekspresikan diri tanpa peduli apa tanggapan orang. Penilaian bagus atau tidak, terserah mereka. Jika ada masukan, saya terima sebagai feedback untuk membuat saya bisa semakin baik.

Benar di post saya sebelumnya yang tentang puisi saya merasa sepi menulis sendiri. Saya membutuhkan pembaca dan bahkan menuliskan arti puisi karena tidak ingin pembaca salah paham. Tapi yang ingin saya tekan kan saya ingin "mengekspresikan diri". Termasuk tidak ingin salah diartikan di puisi sendiri.

Setelah melakukan revisit terhadap opsi blogging. Saya memahami mengapa perlu ada section comment dan like. Untuk interaksi user dan menggait lebih banyak user. Di berbagai platform fitur like dan comment bisa dimatikan, sesuatu yang saya tidak ketahui sebelumnya. Lalu saya beranjak mencari platform yang bisa memenuhi keinginan saya yang lain.

Selain itu platform yang sudah mature memiliki editing feature yang sudah sangat robust. Sehingga kenyamanan menulisnya sangat menyenangkan. Oleh karena itu saya memutuskan untuk memindahkan blog saya. Saya lalu memutuskan untuk memindahkan konten ke platform tumblr.comΒ yang mana customisasinya sangat terbuka dan mudah.

5. Kemungkinan dipasangin iklan πŸ€‘

Nah ini alasan kapitalis πŸ˜‚. Di blog buatan sendiri, kita bisa suatu saat memasang hal hal lain, analitik, iklan dan lain lain. Jadi kalau kalau nih, nanti ada traffic yaa ga salah kan klo di duitin. Medium mana bisa πŸ₯Ί.

Mungkin cuma 5 ini alasan saya terkait mengapa tidak menulis blog di medium.com

See you in next blog! 😎